Copyright @ 2014 Pengetahuan. Diberdayakan oleh Blogger.

GoPro Kabarnya akan Meluncurkan Drone dengan Kamera Canggih Miliknya

GoPro yang dikenal sebagai produsen kamera untuk para petualang nampaknya akan memulai untuk meluncurkan produk lain. Produk yang dimaksud adalah sebuah drone yang tentu saja bakal dilengkapi dengan teknologi kamera miliknya. Bahkan menurut laporan dari Wall Street Journal, peluncuran drone GoPro itu akan dilakukan pada tahun 2015 mendatang.
Drone dari GoPro tersebut kabarnya akan dijual dengan harga berkisar antara 500 USD hingga 1000 USD. Dan kemunculan drone dari GoPro ini juga akan semakin meningkatkan persaingan pasar drone di masa mendatang. Terlebih tak sedikit drone yang dilengkapi dengan mounting untuk kamera GoPro. Dan dengan adanya drone milik GoPro ini, mereka pun bisa sedikit memenangi segmen drone kelas menengah.

Penggunaan drone di Amerika Serikat saat ini memang cukup ramai diperbincangkan. Tak hanya terkait dengan munculnya banyak produsen drone yang ada di pasaran. Namun juga mengenai kabar adanya regulasi yang mengharuskan para pengguna drone untuk memiliki lisensi mengemudi pilot.

Aplikasi Peek Mungkinkan Pemeriksaan Mata secara Langsung Memakai Handphone

Langkah pemeriksaan kondisi mata kini bisa dilakukan dengan cara yang lebih mudah. Cukup dengan menggunakan sebuah aplikasi yang dibareng dengan adapter, pemeriksaan sudah bisa dilakukan di manapun. Hal ini berkat keberadaan sebuah aplikasi bernama Peek serta adapternya yang bernama Peek Retina.
Aplikasi tersebut pun mampu melihat kondisi bagian dalam mata dan selanjutnya mencetak gambar yang ditangkap. Gambar itu pun bisa dikirimkan kepada para ahli yang bisa melakukan diagnosis. Tak hanya kesehatan mata, dari data tersebut pun bisa diketahui kondisi diabetes serta tekanan darah.

Pembuatan aplikasi serta adapter tersebut kini pun telah digagas oleh London School of Hygiene & Tropical Medicine dari Univrsity of Strathclyde dan NHS Glasgow Centre for Ophthalmic Research. Dan untuk bisa menyediakan aplikasi ini ke seluruh dunia, mereka pun meluncurkan proyek crowdfundingnya di Indiegogo.
Creator dari Peek, Dr. Andrew Bastawrous mengatakan kalau di seluruh dunia, saat ini terdapat sebanyak 39 juta orang penderita kebutaan. Dan dari jumlah tersebut, 80 persen di antaranya tak bisa terhindarkan. Dan sayangnya, di banyak tempat layanan kesehatan mata tak tersedia secara lengkap. Dengan adanya adapter serta aplikasi tersebut, dia pun berharap bisa menutupi lubang tersebut.

HTC Desire 620 Resmi Diperkenalkan dengan prosesor Snapdragon 64 Bit dan Mendukung 4G LTE

Ponsel segmen menengah terbaru dari HTC dengan nama HTC Desire 620 kini telah secara resmi diperkenalkan kepada publik. Handphone ini pun hadir dalam dua versi. Versi pertama memiliki nama Desire 620 sementara versi yang lain disebut dengan nama HTC Desire 620G.
Perbedaan kedua smartphone ini pun sangat mencolok. HTC Desire 620 menggunakan prosesor 64-bit Snapdragon 410 quad core yang berkecepatan 1,2GHz. Handphone ini juga mendukung konektivitas 4G LTE. Sementara itu, untuk Desire 620G, tak dilengkapi konektivitas 4G LTE tapi menggunakan prosesor octa core MediaTek MT6592 1,3GHz.

Namun perbedaan itu hanya terletak pada chipset yang digunakan. Spesifikasi lain dari kedua handphone ini tak jauh berbeda. Keduanya menggunakan layar 5 inci dengan resolusi HD 720 x 1280 piksel dan mempunyai dua slot SIM card. Di belakang, ada kamera 8MP dan selanjutnya terdapat kamera 5MP di depan. Handphone ini juga dilengkapi dengan RAM sebesar 1GB, memori internal 8GB, baterai 2100 mAH serta OS Android KitKat 4.4 dengan UI Sense 6.

Desire 620 mulai ditawarkan di Taiwan tertanggal 1 Desember. Sementara untuk versi octa core 620G, akan dipasarkan mulai pertengahan bulan Desember. Versi 4G LTE dipatok lebih mahal sebesar 225 USD, sementara untuk versi MediaTek seharga 160 USD.

WiFi Tethering Berimbas pada Penurunan Angka Penjualan Modem USB

Popularitas smartphone dan tablet tak hanya memberikan dampak negatif pada penjualan notebook. Terdapat produk elektronik lain yang terkena dampak dari meningkatnya popularitas smartphone dan tablet. Perangkat yang dimaksud itu adalah modem USB.
Menurut laporan dari Strategy Analytics, tingkat penjualan modem USB saat ini terus mengalami penurunan, bahkan hingga mencapai angka 50 persen terhitung sejak tahun 2010. Dan pada tahun ini, angka penjualan modem USB pun diperkirakan menurun sebesar 24 persen.
Popularitas smartphone dan tablet tak hanya memberikan dampak negatif pada penjualan notebook. Terdapat produk elektronik lain yang terkena dampak dari meningkatnya popularitas smartphone dan tablet. Perangkat yang dimaksud itu adalah modem USB.
Menurut laporan dari Strategy Analytics, tingkat penjualan modem USB saat ini terus mengalami penurunan, bahkan hingga mencapai angka 50 persen terhitung sejak tahun 2010. Dan pada tahun ini, angka penjualan modem USB pun diperkirakan menurun sebesar 24 persen.

Ramos i9s Game Edition, Tablet Android Game yang Dilengkapi Kontroller Wireless Berlayar 8,9 Inci Full HD

Bermain game kini tak hanya bisa dilakukan pada perangkat konsol game. Perkembangan teknologi saat ini memungkinkannya untuk bisa dilakukan di berbagai jenis perangkat, termasuk adalah tablet serta smartphone. Ditambah lagi, saat ini muncul beberapa tablet yang sengaja didesain untuk bermain game.
Yang terbaru adalah sebuah tablet Android dari Cina bernama Ramos i9s Game Edition. Tablet ini dipasarkan di salah satu toko online Cina dengan banderol sebesar 1.499 yuan atau setara 2,9 juta rupiah. Ditambah lagi, tablet ini sudah dijual bundling dengan kontroller game Bluetooth.



Untuk spesifikasinya sendiri, Ramos i9s Game Edition menggunakan layar berukuran yang cukup besar, 8,9 inci dengan resolusi 1920 x 1200 piksel. Di bagian dalamnya, terdapat prosesor Intel Atom Z3735FBay Trail quad core yang dibarengi oleh RAM 2GB plus memori internal berkapasitas 32GB.
Tablet ini menggunakan sistem operasi Android KitKat 4.4 dan kamera belakang 5MP. Selain itu, perangkat ini juga dilengkapi dengan speaker stereo, output microHDMI serta slot microSD.



Pengendali Drone bakal Harus Mempunyai Surat Izin Menerbangkan Pesawat

Pemilik drone di Amerika Serikat nampaknya bakal harus mengurus surat izin khusus untuk bisa menerbangkan drone secara bebas. Menurut laporan dari Wall Street Journal, Federal Aviation Administration (FAA) tengah mengajukan regulasi yang ditujukan untuk mengatur para pemilik drone komersial.
Menurut regulasi tersebut, nantinya para pengguna drone komersial di Amerika Serikat bakal harus mempunyai surat izin menerbangkan pesawat. Tak hanya itu, ada pula regulasi lain yang harus ditaati oleh para pemilik drone. Di antaranya adalah tak boleh menerbangkan drone di malam hari, ketinggian maksimal 400 kaki (121 meter) serta tak boleh lepas dari pandangan. Peraturan tersebut, kabarnya akan diberlakukan untuk drone yang mempunyai bobot kurang dari 55 pound (22 kilogram).

Namun peraturan ini masih belum mencapai tahap final. FAA pun dikabarkan bakal mengajukan proposalperaturan ini sebelum akhir tahun. Dan tentunya, mereka juga bakal mendengarkan masukan dari masyarakat umum. Terlebih saat ini cukup banyak drone yang bisa didapatkan dengan bebas di pasaran.